DIU Lakukan Asesmen SIKU untuk Perkuat Tata Kelola Kerja Sama Usaha Berbasis Digital

Yogyakarta — Direktorat Inovasi dan Usaha (DIU) melaksanakan kegiatan Asesmen Sistem Informasi Kerja Sama Usaha (SIKU) pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Staf Ahli DIU, Gedung Rektorat. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas tata kelola kerja sama usaha yang berbasis sistem informasi terintegrasi.
Asesmen SIKU dilakukan sebagai langkah strategis untuk meninjau efektivitas, keandalan, serta kesiapan sistem informasi dalam mendukung pengelolaan kerja sama usaha antara universitas dengan mitra industri, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Sistem ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung pengelolaan data kerja sama yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Kegiatan asesmen dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tim teknis Direktorat Inovasi dan Usaha, perwakilan unit terkait, serta tim evaluator yang memiliki kompetensi di bidang sistem informasi dan tata kelola kerja sama. Dalam forum tersebut, peserta secara aktif mendiskusikan berbagai aspek sistem, mulai dari alur bisnis, fitur layanan, keamanan data, hingga kemudahan akses bagi pengguna.
Direktur Inovasi dan Usaha dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan SIKU merupakan kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya kompleksitas kerja sama usaha di lingkungan perguruan tinggi. “Kerja sama usaha saat ini tidak lagi dapat dikelola secara konvensional. Diperlukan sistem informasi yang mampu menyajikan data secara real-time, terdokumentasi dengan baik, serta mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa asesmen ini tidak hanya bertujuan untuk menilai kinerja sistem yang telah berjalan, tetapi juga untuk mengidentifikasi celah perbaikan dan pengembangan ke depan. Dengan demikian, SIKU diharapkan dapat menjadi platform yang adaptif terhadap kebutuhan pengguna sekaligus selaras dengan kebijakan institusi dan regulasi yang berlaku.
Dalam sesi pemaparan, tim pengelola SIKU menjelaskan gambaran umum sistem, termasuk modul-modul utama yang mendukung proses kerja sama usaha, seperti pencatatan mitra, pengelolaan dokumen perjanjian, monitoring implementasi kerja sama, hingga pelaporan. Tim asesor kemudian memberikan sejumlah catatan dan masukan konstruktif terkait optimalisasi fitur, integrasi antar sistem, serta peningkatan user experience.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari peserta. Beberapa isu strategis yang mengemuka antara lain pentingnya standardisasi data kerja sama, penguatan sistem keamanan informasi, serta kebutuhan pelatihan bagi pengguna agar pemanfaatan SIKU dapat berjalan maksimal.
Melalui asesmen ini, Direktorat Inovasi dan Usaha berharap dapat memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi SIKU saat ini sekaligus rekomendasi pengembangan yang terukur. Hasil asesmen nantinya akan menjadi dasar dalam penyempurnaan sistem, baik dari sisi teknis maupun tata kelola, sehingga mampu mendukung visi institusi dalam memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan.
Kegiatan asesmen SIKU ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil evaluasi dan rekomendasi yang telah disampaikan. Direktorat Inovasi dan Usaha menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan berkelanjutan demi menghadirkan layanan kerja sama usaha yang profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi pengembangan inovasi serta kemandirian institusi.