Koordinasi Penggabungan Unit Usaha Merchandise Digelar, Perkuat Tata Kelola dan Daya Saing Produk Institusi

Yogyakarta — Direktorat Inovasi dan Usaha menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Penggabungan Unit Usaha Merchandise pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Timur 3, Gedung Rektorat. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai ini menjadi langkah strategis dalam upaya penataan dan penguatan unit usaha merchandise agar lebih terintegrasi, efisien, dan berdaya saing.
Koordinasi ini dilaksanakan sebagai respons atas kebutuhan konsolidasi pengelolaan unit-unit usaha merchandise yang selama ini berjalan secara terpisah. Melalui penggabungan unit usaha, diharapkan tercipta sistem manajemen yang lebih terpadu, mulai dari perencanaan produk, produksi, pemasaran, hingga distribusi, sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi sekaligus citra institusi.
Dalam forum tersebut, peserta rapat membahas berbagai aspek teknis dan strategis penggabungan unit usaha, termasuk pemetaan unit yang akan digabungkan, model kelembagaan yang paling tepat, serta mekanisme transisi agar proses penggabungan berjalan efektif tanpa mengganggu operasional yang telah berjalan. Diskusi juga menyoroti pentingnya standarisasi kualitas produk merchandise agar memiliki identitas yang kuat dan konsisten.
Selain itu, koordinasi ini menekankan perlunya sinergi antarunit dalam mengoptimalkan potensi inovasi produk. Merchandise tidak hanya diposisikan sebagai produk komersial, tetapi juga sebagai media branding institusi yang merepresentasikan nilai, karakter, dan keunggulan akademik maupun nonakademik.
Perwakilan Direktorat Inovasi dan Usaha menyampaikan bahwa penggabungan unit usaha merchandise merupakan bagian dari agenda besar penguatan ekosistem kewirausahaan institusi. Dengan pengelolaan yang terpusat dan profesional, unit usaha merchandise diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pendapatan non-akademik serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, alumni, dan mitra industri.
Melalui koordinasi ini, Direktorat Inovasi dan Usaha menargetkan terbentuknya satu model unit usaha merchandise yang adaptif terhadap kebutuhan pasar, inovatif dalam desain dan produk, serta berkelanjutan dalam pengelolaannya. Hasil rapat ini akan menjadi dasar penyusunan langkah tindak lanjut dan kebijakan teknis yang akan diimplementasikan pada tahap berikutnya.
Dengan adanya penggabungan unit usaha merchandise, institusi optimistis dapat menghadirkan produk-produk unggulan yang tidak hanya bernilai jual tinggi, tetapi juga memperkuat identitas dan kebanggaan sivitas akademika.