Proses Pembuatan Batako Eco-Material Berbasis Filler Cangkang Maggot (Hermetia illucens)
Invensi ini mengungkapkan suatu proses pembuatan batako eco-material yang memanfaatkan serbuk cangkang maggot (Hermetia illucens) sebagai filler berkelanjutan dalam campuran semen dan pasir. Proses ini meliputi tahapan kegiatan: membersihkan cangkang maggot dari kotoran/sampah, dan mengeringkannya pada suhu 110 oC selama 24 jam; menggiling dengan grinder dan mengayak hingga lolos 100 mesh. Campuran dibuat dengan menambahkan filler serbuk cangkang maggot ke dalam semen sebesar 7,5% dari massa kering semen, dan selanjutnya menambahkan pasir dengan rasio sebesar 2:7 secara massa (semen+cangkang):pasir, dan mengaduknya dalam air sebanyak 6,5% dari total massa kering semua bahan hingga homogen, dan mencetaknya dalam cetakan standar berukuran panjang x lebar x tinggi = 30cm x 15cm x 10cm, menekannya menggunakan metode dry pressing. Produk kemudian dikeringkan di ruangan terbuka di bawah sinar matahari dan selanjutnya menyiramankan air (curing) setiap hari pada jam 15.00 WIB selama 28 hari secara merata ke permukaan batako menyerupai tetesan air hujan ringan, sehingga kelembaban tetap terjaga tanpa merusak bentuk fisik batako. Hasil proses ini berupa batako yang kemudian diuji sifat fisik dan kimianya. Hasil uji menunjukkan kekuatan mekanik memenuhi SNI yaitu uji tekan tinggi 20,645 N/mm2 daya serap air rendah, 1,901%, kritalinitas sebesar 51,730%; memiliki struktur mikro pori; kaya oksida reaktif (Al, Si, Ca, Na); serta memiliki luas permukaan tinggi, 6,388 m2/g. Sifat mekanik mendukung kualitas batako sebagai bangunan yang baik memenuhi SNI, sifat kimia menunjukkan sifat tambajan sebagai stabilisator polutan yang ramah lingkungan dan mendukung ekonomi sirkular.
