Metode Pembuatan Tempe Fungsional Tinggi Serat Pangan dan Pati Resisten Berbasis Kacang Tunggak (Vigna unguiculata) dengan Bakteri asam Laktat
Invensi ini berhubungan dengan metode pembuatan tempe fungsional tinggi serat pangan dan pati resisten berbasis kacang tunggak (Vigna unguiculata) dengan menggunakan bakteri asam laktat, yang terdiri dari (a) memilih biji kacang tunggak; (b) mengupas kulit ari; (c) merendam dalam air distilasi selama 8 jam; (d) mencuci; (e) merebus selama 3 menit; (f) Invensi ini berhubungan dengan metode pembuatan tempe fungsional tinggi serat pangan dan pati resisten berbasis kacang tunggak (Vigna unguiculata) dengan menggunakan bakteri asam laktat, yang terdiri dari (a) memilih biji kacang tunggak; (b) mengupas kulit ari; (c) merendam dalam air distilasi selama 8 jam; (d) mencuci; (e) merebus selama 3 menit; (f) membuang air perebus; (g) merendam dalam air distilasi selama 12 jam; (h) merebus selama 5 menit; (i) meniriskan; (j) menyangrai selama 2 menit; (k) menambahkan 1 g jamur tempe per kg kacang tunggak dan 1% b/b isolat bakteri asam laktat yang sudah dikeringbekukan; (l) mencampur sampai rata; (m) mengemas dalam kantong plastik yang dilubangi; dan (n) melakukan fermentasi pada suhu 30°C selama 36 jam. Keunggulan invensi ini menghasilkan produk tempe fungsional tinggi serat pangan dan pati resisten berbasis kacang tunggak dengan kadar air 5,83±0,03%, abu 2,43±0,03%, lemak 3,76±0,07%, protein 33,21±0,61%, karbohidrat 54,78±0,54%, serat larut 3,03±0,05%, serat tidak larut 18,37±0,12%, serat total 21,40±0,17%, pati resisten 11,80±0,00%, dan tingkat kesukaan panelis 3,30±0,79.
