Direktorat Inovasi dan Usaha Bahas Perancangan Alur Proses Bisnis Sistem Hilirisasi Riset (HIRA)

Yogyakarta – Direktorat Inovasi dan Usaha kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem inovasi kampus melalui kegiatan Perancangan Konsep Alur Proses Bisnis Sistem Hilirisasi Riset (HIRA) yang dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Sayap Utara 3 – Rektorat.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan sistem yang terstruktur dan terintegrasi untuk mendukung proses hilirisasi hasil riset dosen dan peneliti. Hilirisasi riset sendiri merupakan tahapan penting dalam menjembatani luaran penelitian akademik agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, dan industri.

Dalam forum diskusi tersebut, tim Direktorat Inovasi dan Usaha membahas secara mendalam rancangan alur proses bisnis HIRA, mulai dari tahap identifikasi potensi inovasi, kurasi dan asesmen kesiapan teknologi (technology readiness level), perlindungan kekayaan intelektual, hingga mekanisme inkubasi dan komersialisasi. Setiap tahapan dirancang agar memiliki standar operasional yang jelas, terukur, serta selaras dengan regulasi dan kebutuhan pasar.

Direktur Inovasi dan Usaha dalam arahannya menegaskan bahwa sistem HIRA diharapkan tidak hanya menjadi perangkat administratif, melainkan instrumen strategis untuk mempercepat transformasi riset menjadi produk dan layanan yang bernilai tambah. “Perguruan tinggi memiliki banyak riset unggulan. Tantangannya adalah bagaimana riset tersebut tidak berhenti pada publikasi, tetapi berlanjut menjadi inovasi yang memberi dampak nyata,” ujarnya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari para peserta rapat. Beberapa poin penting yang menjadi perhatian antara lain kejelasan peran unit kerja dalam setiap tahapan proses, integrasi sistem dengan pangkalan data penelitian yang sudah ada, serta penyusunan indikator kinerja hilirisasi yang realistis dan terukur.

Selain itu, perancangan konsep ini juga menekankan pentingnya sinergi lintas unit, termasuk kolaborasi dengan lembaga penelitian, fakultas, pusat studi, hingga mitra industri. Dengan adanya alur proses bisnis yang terdokumentasi dengan baik, diharapkan setiap inovasi yang memiliki potensi komersial dapat ditangani secara sistematis dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi fondasi awal dalam pengembangan platform dan tata kelola hilirisasi riset yang lebih profesional. Ke depan, konsep yang telah dirancang akan difinalisasi dan diimplementasikan secara bertahap, disertai dengan penyusunan pedoman teknis serta sosialisasi kepada sivitas akademika.

Melalui perancangan Sistem Hilirisasi Riset (HIRA), Direktorat Inovasi dan Usaha menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan kewirausahaan berbasis riset. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan daya saing institusi serta kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan.