AKSELERASI PENAGIHAN PIUTANG USAHA, DIU PERKUAT TATA KELOLA DAN OPTIMALISASI PENDAPATAN

Yogyakarta, 4 Maret 2026 — Direktorat Inovasi dan Usaha (DIU) menggelar Rapat Akselerasi Penagihan Piutang Usaha pada Rabu (4/3) pukul 13.00 WIB di Ruang Rapat Staf Ahli DIU, Gedung Rektorat. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis penguatan tata kelola keuangan sekaligus optimalisasi pendapatan unit usaha di lingkungan universitas.
Rapat yang dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan DIU tersebut membahas secara komprehensif kondisi terkini piutang usaha, identifikasi kendala penagihan, hingga penyusunan strategi percepatan penyelesaian piutang yang masih tertunda. Forum ini juga dihadiri oleh para pengelola unit usaha, tim keuangan, serta staf administrasi yang terlibat dalam proses pengelolaan pendapatan.
Dalam pemaparannya, pimpinan DIU menegaskan bahwa pengelolaan piutang bukan semata persoalan administratif, tetapi bagian penting dari tata kelola institusi yang sehat dan profesional. “Akselerasi penagihan piutang merupakan langkah konkret untuk menjaga arus kas, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat keberlanjutan usaha,” tegasnya.
Berdasarkan evaluasi yang disampaikan tim keuangan, sejumlah piutang usaha berasal dari kerja sama layanan, penyewaan fasilitas, serta kemitraan inovasi yang belum terselesaikan sesuai jadwal. Beberapa faktor penghambat antara lain keterlambatan administrasi, belum optimalnya sistem monitoring, serta belum adanya standar operasional yang terintegrasi dalam proses penagihan.
Menanggapi hal tersebut, rapat menyepakati beberapa langkah strategis. Pertama, penyusunan timeline penagihan berbasis prioritas dengan pemetaan kategori piutang berdasarkan umur dan nominal. Kedua, penguatan sistem pengingat (reminder system) secara berkala kepada mitra. Ketiga, pembaruan standar operasional prosedur (SOP) penagihan yang lebih sistematis dan terukur. Keempat, peningkatan koordinasi lintas unit guna memastikan kesesuaian data administratif dan legalitas dokumen pendukung.
Selain itu, DIU juga mendorong pendekatan komunikasi persuasif dan profesional kepada mitra usaha sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan kerja sama jangka panjang. “Kita ingin memastikan bahwa proses penagihan tetap menjunjung tinggi etika, transparansi, dan prinsip kemitraan yang saling menguntungkan,” ujar salah satu staf ahli dalam diskusi tersebut.
Rapat berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta. Beberapa unit usaha turut menyampaikan pengalaman lapangan serta praktik baik (best practices) dalam mempercepat proses pembayaran tanpa mengganggu hubungan bisnis yang telah terjalin.
Melalui forum ini, DIU menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem tata kelola usaha yang akuntabel, transparan, dan adaptif terhadap tantangan. Akselerasi penagihan piutang diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan institusi, tetapi juga menciptakan budaya kerja yang lebih tertib administrasi dan berorientasi pada kinerja.
Dengan langkah-langkah strategis yang telah disepakati, Direktorat Inovasi dan Usaha optimistis target optimalisasi pendapatan tahun 2026 dapat tercapai secara lebih efektif dan berkelanjutan.