UNY Dorong Ekosistem Energi Bersih melalui Sosialisasi SPKL dan Battery Swap Station

Yogyakarta, 8 April 2026 — Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan energi ramah lingkungan melalui penyelenggaraan kegiatan sosialisasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) dan Battery Swap Station (BSS). Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (8/4) pukul 13.00 WIB hingga selesai di Ruang Sidang Komisi Senat, Gedung Rektorat UNY.
Sosialisasi ini menghadirkan perwakilan dari PT. VGreen Global Charging Station Investment Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada sivitas akademika UNY terkait teknologi, peluang, serta implementasi SPKL dan BSS di lingkungan kampus.
Dalam pemaparannya, pihak perusahaan menjelaskan bahwa SPKL merupakan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik berbasis baterai, sementara BSS menawarkan solusi penukaran baterai secara cepat (swap system) yang dinilai lebih efisien bagi pengguna kendaraan listrik roda dua maupun roda empat. Kedua teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas berkelanjutan yang semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi ramah lingkungan.
Selain memperkenalkan teknologi, sosialisasi ini juga membahas peluang kerja sama antara UNY dan pihak industri dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Hal ini mencakup potensi penyediaan fasilitas SPKL dan BSS di area kampus, yang tidak hanya mendukung operasional ramah lingkungan tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Berbagai pertanyaan muncul terkait aspek teknis, biaya implementasi, hingga peluang riset dan inovasi yang dapat dikembangkan oleh civitas akademika UNY.
Melalui kegiatan ini, UNY diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam transisi menuju energi bersih, sekaligus menjadi pelopor kampus hijau yang adaptif terhadap perkembangan teknologi berkelanjutan. Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara dunia pendidikan dan industri dalam menciptakan masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan.