Menguatkan Hilirisasi Inovasi, UNY Dorong Strategi Komersialisasi Produk Riset dan Pengembangan Startup Kampus

Yogyakarta, 16 Juni 2026 — Upaya memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi terus dilakukan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui penyelenggaraan Workshop Komersialisasi Produk Riset dan Pengembangan Startup Kampus. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom I UNY Hotel Karangmalang tersebut menjadi ruang strategis bagi sivitas akademika dan pengelola inovasi untuk memperdalam pemahaman mengenai proses hilirisasi hasil riset, pengembangan kemitraan, hingga strategi membawa produk inovasi perguruan tinggi ke pasar.

Workshop yang diselenggarakan oleh Direktorat Inovasi dan Usaha UNY ini mengangkat tema utama mengenai strategi komersialisasi produk hasil riset perguruan tinggi dan pengembangan startup di UNY. Melalui kegiatan ini, UNY berupaya mendorong agar berbagai hasil penelitian, kreativitas, dan inovasi yang lahir dari lingkungan kampus tidak berhenti pada tahap publikasi akademik, tetapi mampu memberikan manfaat lebih luas melalui proses komersialisasi yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, perwakilan Direktorat Inovasi dan Usaha UNY menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menciptakan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan dunia industri. Transformasi hasil riset menjadi produk bernilai ekonomi membutuhkan strategi yang matang, mulai dari identifikasi kebutuhan pasar, penguatan model bisnis, perlindungan kekayaan intelektual, hingga membangun jejaring kemitraan dengan berbagai pihak.

“Komersialisasi inovasi bukan hanya tentang menjual produk, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah dari hasil riset sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan memperkuat kemandirian institusi,” ungkapnya dalam kegiatan tersebut.

Workshop menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman dalam bidang inovasi teknologi, pengembangan usaha, dan pengelolaan startup. Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. Mujiono, M.T., dosen dari Fakultas Teknik UNY, yang membahas mengenai perspektif akademik dalam mengembangkan hasil penelitian menjadi inovasi yang siap diterapkan. Dalam paparannya, Prof. Mujiono menekankan pentingnya perubahan pola pikir peneliti agar tidak hanya berorientasi pada luaran ilmiah, tetapi juga mempertimbangkan aspek kebermanfaatan dan potensi pasar dari produk yang dikembangkan.

Menurutnya, keberhasilan hilirisasi riset membutuhkan sinergi antara kemampuan akademik, dukungan kelembagaan, serta pemahaman terhadap kebutuhan industri. Produk inovasi yang memiliki nilai komersial perlu melalui tahapan pengembangan yang sistematis agar mampu bersaing dan berkelanjutan.

Selain perspektif akademik, workshop ini juga menghadirkan praktik langsung dari pelaku usaha muda melalui pengalaman Sintia Putri, Owner 1S Bucket, yang berbagi kisah mengenai perjalanan membangun dan mengembangkan bisnis berbasis kreativitas. Sintia menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas inovasi, tetapi juga kemampuan dalam membangun identitas merek, memahami konsumen, serta melakukan strategi pemasaran yang tepat.

Sementara itu, Azizah Durroh Fauz, M.Pd., selaku Chief Marketing Officer (CMO) Astrobike, memberikan wawasan mengenai strategi pengembangan startup, khususnya dalam membangun ekosistem bisnis yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar. Ia menjelaskan bahwa startup membutuhkan keberanian untuk melakukan inovasi secara berkelanjutan, membangun kolaborasi, serta mengoptimalkan strategi komunikasi agar produk dapat diterima oleh masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti oleh berbagai unsur di lingkungan UNY yang memiliki perhatian terhadap pengembangan inovasi, kewirausahaan, serta penguatan kemitraan. Peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam proses komersialisasi, termasuk strategi membangun jejaring dengan industri dan mengembangkan model bisnis berbasis hasil riset.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, UNY menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya inovasi dan kewirausahaan di lingkungan kampus. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai penghasil solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menciptakan peluang ekonomi baru.

Ke depan, Direktorat Inovasi dan Usaha UNY terus mendorong lahirnya berbagai inovasi unggulan yang memiliki daya saing, baik melalui penguatan kemitraan, pendampingan startup, maupun pengembangan strategi komersialisasi produk hasil riset. Dengan ekosistem inovasi yang semakin kuat, UNY optimistis mampu memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan.