Menuju Gaya Hidup Berkelanjutan, Akalpa.Belt Jadi Salah Satu Usaha Mahasiswa Dampingan Inkubator Bisnis UNY

  

Yogyakarta – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui program Inkubator Bisnis memberikan pendampingan kepada mahasiswa dalam mengembangkan ide dan rintisan usaha agar dapat tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan. Salah satu usaha mahasiswa yang mendapatkan pendampingan tersebut adalah Akalpa.Belt, rintisan usaha di bidang industri kreatif yang mengusung konsep upcycle fashion dengan memanfaatkan limbah kain.

Akalpa.Belt dirintis sejak tahun 2023 oleh kelompok mahasiswa Teknik Industri UNY yang beranggotakan Vanyra Raraswara Eka Putri, Saprina Melita Sari, Nailah Azka Iftinah, dan Nanik Wijayanti, dengan Aisyah Ayu Salsabila sebagai ketua tim. Usaha ini lahir dari semangat Gerakan Zero Waste dan kepedulian mahasiswa terhadap meningkatnya limbah tekstil.

Melalui program Inkubator Bisnis UNY 2025, Akalpa.Belt mendapatkan kesempatan pendanaan sekaligus dukungan untuk mengelola dan mengembangkan keberlanjutan usahanya. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya UNY dalam mendorong mahasiswa tidak hanya menghasilkan ide bisnis, tetapi juga mampu mengembangkan dan mengelola usaha secara nyata.

Salah satu aspek yang terus dikembangkan adalah pemasaran produk. Tim Akalpa.Belt semakin mengoptimalkan promosi melalui media sosial serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha dan influencer. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat keberadaan Akalpa.Belt sebagai produk fesyen yang mengedepankan nilai keberlanjutan.

Akalpa.Belt menawarkan konsep upcycle service, yaitu konsumen dapat mengirimkan pakaian lama untuk diolah kembali menjadi produk fesyen baru berupa Obi Belt maupun Vest yang eksklusif dan limited edition. Produk dibuat menggunakan 100% bahan kain perca, yang sebagian besar berasal dari kain tidak terpakai milik penjahit.

Konsep tersebut tidak hanya menjadi alternatif dalam mengurangi limbah tekstil, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan bagi UMKM dan penjahit lokal. Dengan demikian, Akalpa.Belt turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Selain menawarkan produk yang berorientasi pada keberlanjutan, Akalpa.Belt juga terus melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan dan tren konsumen. Obi Belt dikembangkan sebagai alternatif aksesori fesyen yang lebih modern, sementara Vest menjadi salah satu inovasi produk yang dikembangkan untuk memperluas pilihan bagi pelanggan.

Kehadiran Akalpa.Belt menjadi salah satu contoh usaha mahasiswa yang dikembangkan melalui ekosistem Inkubator Bisnis UNY. Program ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, menguji ide bisnis, memperoleh pengalaman mengelola usaha, serta membangun jejaring yang mendukung pengembangan usaha.

Melalui pendampingan tersebut, UNY terus mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Pengembangan usaha tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat berawal dari ide sederhana yang kemudian dikembangkan secara konsisten menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.

Keberadaan usaha seperti Akalpa.Belt menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa dapat dikembangkan menjadi inovasi bisnis yang sekaligus menjawab persoalan lingkungan. Melalui program Inkubator Bisnis, UNY berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa dalam membangun usaha yang inovatif, kreatif, dan berkelanjutan.