Dari Laboratorium ke Pasar, UNY Dorong Riset Bernilai Ekonomi melalui Kembara UNYVerse 2026

  

YOGYAKARTA — Hasil riset tidak cukup berhenti sebagai publikasi ilmiah atau prototipe di laboratorium. Agar memberikan dampak yang lebih luas, inovasi perlu menjawab kebutuhan pasar, memiliki model bisnis yang tepat, dan mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. Semangat inilah yang diusung Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Lokakarya Hilirisasi dan Komersialisasi Teknologi Program Kembara UNYVerse Tahun 2026, Selasa (13/10/2026), di Ruang Teater, Gedung Sugeng Mardiyono Lantai 3, Sekolah Pascasarjana UNY.

Mengangkat tema “Mempercepat Transformasi Hasil Riset Menjadi Produk, Layanan, dan Nilai Ekonomi”, lokakarya yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk memahami langkah strategis dalam membawa hasil penelitian menuju produk dan layanan yang memiliki peluang pasar. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya membangun keterhubungan antara riset, inovasi, kewirausahaan, dan kebutuhan industri maupun masyarakat.

Tiga narasumber dihadirkan untuk membekali peserta dengan perspektif yang saling melengkapi, mulai dari validasi pasar hingga strategi monetisasi inovasi. Materi pertama, “Dari Hasil Riset ke Produk Bernilai: Validasi Kebutuhan Pasar dan Kesiapan Teknologi”, disampaikan oleh Dr. Ginanjar Rahmawan, S.E., M.M., M.H. Materi ini menyoroti pentingnya memahami kebutuhan calon pengguna serta menilai kesiapan teknologi sebelum hasil riset dikembangkan menjadi produk yang layak ditawarkan ke pasar.

Selanjutnya, Petrus Tedja Hapsoro membawakan materi “Pengembangan Model Bisnis (Business Model Canvas) dan Strategi Komersialisasi”. Pembahasan diarahkan pada penyusunan model bisnis yang mampu menggambarkan nilai yang ditawarkan, segmen pelanggan, saluran distribusi, sumber pendapatan, hingga sumber daya dan mitra yang dibutuhkan. Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan dapat melihat inovasi tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi kelayakan dan keberlanjutan bisnis.

Materi ketiga disampaikan oleh Malik Khidir dengan tajuk “Membangun Model Bisnis dan Strategi Monetisasi Inovasi: Menciptakan Nilai Ekonomi Berkelanjutan”. Sesi ini memperkuat pemahaman mengenai cara mengubah potensi inovasi menjadi sumber nilai ekonomi melalui strategi monetisasi yang sesuai. Aspek keberlanjutan menjadi perhatian penting agar inovasi dapat terus dikembangkan, memiliki daya saing, serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Rangkaian materi tersebut menempatkan hilirisasi sebagai proses yang membutuhkan lebih dari sekadar penemuan teknologi. Validasi kebutuhan pasar, perancangan model bisnis, strategi komersialisasi, dan penentuan sumber pendapatan merupakan bagian yang saling berkaitan dalam membangun inovasi yang siap dimanfaatkan.

Melalui lokakarya ini, Direktorat Inovasi dan Usaha UNY terus mendorong penguatan ekosistem inovasi dan kewirausahaan di lingkungan universitas. Program Kembara UNYVerse 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan potensi hasil riset dengan pendekatan bisnis yang lebih terarah, sehingga peluang pemanfaatan inovasi dapat dikembangkan secara nyata.

Pada akhirnya, keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari seberapa banyak riset yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan mengubah pengetahuan menjadi solusi yang dibutuhkan. Dari riset menuju produk, dari produk menuju pasar, dan dari inovasi menuju nilai ekonomi UNY terus memperkuat langkah untuk menjadikan hasil riset sebagai penggerak manfaat dan daya saing.