Dari Masalah Nyata ke Inovasi Bernilai, UNY Asah Ketajaman Peserta Kembara UNYVerse 2026


YOGYAKARTA – Inovasi yang berdampak tidak selalu berawal dari ide yang rumit, tetapi dari kemampuan mengenali masalah nyata dan merancang solusi yang benar-benar dibutuhkan pengguna. Semangat inilah yang diusung Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Lokakarya Validasi Masalah dan Perancangan Solusi Inovatif Program Kembara UNYVerse Tahun 2026, Rabu (14/10/2026), di Ruang Teater, Gedung Sugeng Mardiyono Lantai 3, Sekolah Pascasarjana UNY.
Mengangkat tema “Memvalidasi Masalah dan Merancang Solusi Inovatif yang Relevan, Bernilai, dan Berorientasi pada Kebutuhan Pengguna”, lokakarya ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi kewirausahaan dan kemampuan peserta dalam mengembangkan gagasan inovatif menjadi solusi yang memiliki nilai dan potensi untuk diterapkan.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menghadirkan tiga narasumber dengan fokus materi yang saling melengkapi. Sesi pertama diisi oleh Feri Wira Adventure melalui materi Outbound Capacity Building. Sesi ini menjadi ruang untuk membangun kapasitas diri, memperkuat kolaborasi, serta menumbuhkan pola pikir yang mendukung kerja tim dalam proses pengembangan inovasi.
Selanjutnya, Aris Stiyawan membawakan materi “Validasi Masalah Berbasis Kebutuhan Pengguna: Mengidentifikasi Masalah Nyata dan Peluang Inovasi”. Materi ini menekankan pentingnya memahami persoalan dari sudut pandang pengguna sebelum menentukan solusi. Validasi masalah menjadi langkah mendasar agar gagasan yang dikembangkan tidak sekadar menarik, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi calon pengguna.
Sementara itu, Malik Khidir menyampaikan materi “Perancangan Solusi Inovatif Berorientasi Pengguna: Dari Ide Menjadi Prototipe Bernilai”. Pada tahap ini, peserta diarahkan untuk memahami bagaimana gagasan dapat diterjemahkan menjadi rancangan solusi yang konkret. Proses perancangan berorientasi pengguna menjadi penting untuk memastikan bahwa solusi yang dikembangkan memiliki relevansi, manfaat, dan peluang untuk terus disempurnakan berdasarkan kebutuhan nyata.
Ketiga materi tersebut membentuk alur pembelajaran yang saling berkaitan, mulai dari penguatan kapasitas diri dan kolaborasi, identifikasi serta validasi masalah, hingga perancangan solusi inovatif. Pendekatan ini menempatkan kebutuhan pengguna sebagai pijakan utama dalam proses inovasi, sekaligus mendorong peserta untuk tidak terburu-buru menawarkan solusi sebelum memahami masalah yang hendak diselesaikan.
Melalui lokakarya ini, Program Kembara UNYVerse Tahun 2026 diharapkan mampu mendorong peserta mengembangkan pola pikir inovatif dan kewirausahaan yang lebih terarah. Kemampuan membaca peluang, menguji relevansi gagasan, serta merancang prototipe menjadi bekal penting dalam membangun model bisnis yang tidak hanya kreatif, tetapi juga layak dikembangkan dan berkelanjutan.
Direktorat Inovasi dan Usaha UNY terus mendorong penguatan ekosistem inovasi dan kewirausahaan di lingkungan universitas melalui kegiatan pembelajaran yang menghubungkan ide, kebutuhan pengguna, dan peluang pengembangan usaha. Dengan demikian, inovasi tidak berhenti sebagai gagasan, melainkan memiliki jalan untuk tumbuh menjadi solusi bernilai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari memahami masalah hingga merancang prototipe, Kembara UNYVerse 2026 menegaskan bahwa inovasi yang kuat selalu berangkat dari kebutuhan nyata dan dibangun melalui proses yang terarah.