Bukan Sekadar Jualan Online, UNY Dorong Wirausaha Muda Bangun Merek Kuat dan Tembus Pasar Digital

 

YOGYAKARTA — Persaingan usaha di era digital menuntut pelaku wirausaha tidak hanya memiliki produk berkualitas, tetapi juga mampu membangun identitas merek yang kuat, memasarkan produk secara strategis, dan menciptakan konten promosi yang menarik. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Direktorat Inovasi dan Usaha menyelenggarakan Pelatihan Pemasaran Digital dan Penguatan Identitas Merek Program Kembara UNYVerse Tahun 2026, Jumat (16/10/2026), di Ruang Teater, Gedung Sugeng Mardiyono Lantai 3, Sekolah Pascasarjana UNY.

Mengusung tema “Penguatan Pemasaran Digital dan Identitas Merek untuk Meningkatkan Daya Saing Produk dan Usaha”, kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dirancang untuk memperkuat kompetensi kewirausahaan peserta, khususnya dalam membangun merek, mengoptimalkan saluran pemasaran digital, serta mengembangkan strategi promosi yang mampu menarik perhatian konsumen dan mendorong penjualan.

Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber dengan pengalaman dan keahlian di bidang masing-masing. Sesi pertama menghadirkan Setia Budi, Direktur Imperial Digital Printing, yang membahas “Strategi Branding dan Penguatan Identitas Merek untuk Meningkatkan Daya Saing Produk”. Materi ini menekankan pentingnya membangun karakter merek yang konsisten, mulai dari penentuan identitas, penyampaian nilai produk, hingga penciptaan citra yang membedakan suatu usaha dari para pesaingnya.

Sesi kedua menghadirkan Dinda Hidayati dari Indonesia Membatik dengan materi “Strategi Pemasaran Digital dan Optimalisasi Media Sosial serta Marketplace”. Pada sesi ini, peserta diarahkan untuk memahami pemanfaatan platform digital sebagai sarana memperluas jangkauan pasar, membangun interaksi dengan calon konsumen, serta meningkatkan efektivitas pemasaran melalui media sosial dan marketplace. Kehadiran kanal digital menjadi peluang bagi wirausaha untuk memperkenalkan produk secara lebih luas tanpa sepenuhnya bergantung pada pemasaran konvensional.

Selanjutnya, Ficky Fristiar dari Pusat Pengembangan Teknopreneurship Indonesia membawakan sesi ketiga bertajuk “Praktik Pembuatan Konten Promosi Kreatif dan Copywriting untuk Meningkatkan Konversi Penjualan”. Sesi ini berfokus pada kemampuan menyusun pesan promosi yang persuasif, menciptakan konten kreatif, serta merancang komunikasi pemasaran yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mendorong audiens untuk melakukan pembelian.

Ketiga materi tersebut saling melengkapi dalam membangun strategi pemasaran yang terintegrasi. Identitas merek menjadi fondasi untuk membentuk kepercayaan konsumen, pemasaran digital membuka akses terhadap pasar yang lebih luas, sedangkan konten kreatif dan copywriting berperan mengubah perhatian audiens menjadi peluang transaksi.

Melalui pelatihan ini, Program Kembara UNYVerse Tahun 2026 tidak hanya mendorong peserta untuk mengembangkan gagasan bisnis yang inovatif, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan praktis untuk memperkenalkan dan memasarkan produk secara lebih kompetitif. Penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi.

Direktorat Inovasi dan Usaha UNY terus mendorong pengembangan ekosistem kewirausahaan yang menghubungkan inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi. Dengan strategi branding yang tepat, pemasaran digital yang efektif, serta konten promosi yang kuat, wirausaha diharapkan mampu meningkatkan daya saing produknya sekaligus membuka peluang pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.