Dorong Hilirisasi Riset Berdampak, UNY Ikuti FGD Pra-Studi Kelayakan Produk Inovasi Pangan Berbasis Potensi Lokal

Yogyakarta, 24-25Oktober 2026 – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus mendorong penguatan hilirisasi hasil penelitian melalui pengembangan produk inovatif yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia industri. Upaya tersebut tercermin dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pra-Studi Kelayakan Program Hilirisasi Riset Prioritas dan Strategis” yang diselenggarakan di Yogyakarta pada Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi forum diskusi untuk mengkaji potensi pengembangan hasil penelitian menuju produk yang memiliki nilai tambah, daya saing, dan peluang komersialisasi. Salah satu produk yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut adalah Tilava Crackers, inovasi pangan berupa makanan ringan berbahan dasar ikan nila dan rumput laut Ulva yang dikembangkan oleh Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta.

Produk Tilava Crackers memanfaatkan kombinasi bahan pangan lokal sebagai alternatif makanan ringan berbasis sumber daya perikanan dan kelautan. Pada kemasannya, produk ini diperkenalkan sebagai makanan ringan yang memiliki potensi kandungan protein dan zat besi dari bahan penyusunnya.

Pengembangan produk tersebut menunjukkan peluang pemanfaatan hasil penelitian dan kreativitas akademik untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi. Selain inovasi komposisi bahan, aspek pengemasan, kualitas produk, penerimaan konsumen, keberlanjutan produksi, serta kesiapan memasuki pasar merupakan faktor penting yang perlu dikaji dalam proses hilirisasi.

Melalui kegiatan pra-studi kelayakan, berbagai aspek pengembangan inovasi dapat ditelaah secara lebih komprehensif, mencakup kesiapan teknologi, kapasitas produksi, potensi pasar, strategi pemasaran, model bisnis, hingga peluang kemitraan dengan industri.

FGD ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem hilirisasi riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kehadiran unsur perguruan tinggi dan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam pendampingan pengembangan produk, penyempurnaan proses produksi, penguatan identitas merek, serta penyusunan strategi komersialisasi berbasis hasil penelitian.

Inovasi Tilava Crackers menjadi salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan melalui pendekatan ilmu pengetahuan, teknologi pangan, dan kewirausahaan. Pengembangan produk semacam ini juga berpotensi mendukung pemberdayaan masyarakat, peningkatan nilai tambah komoditas lokal, dan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, hilirisasi riset diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah ataupun pengembangan purwarupa, tetapi dapat dilanjutkan menuju penerapan nyata yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

Melalui penguatan kolaborasi, kajian kelayakan, dan pendampingan berkelanjutan, Universitas Negeri Yogyakarta diharapkan mampu mempercepat transformasi hasil penelitian menjadi inovasi yang siap dimanfaatkan masyarakat dan memiliki daya saing di pasar.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem inovasi yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak bagi pembangunan nasional.